Tugas Mandiri 7, OBSERVASI PROSES PRODUKSI DAN ANALISIS EFISIENSI PADA SUATU USAHA
Tugas
Mandiri 07
OBSERVASI
PROSES PRODUKSI DAN ANALISIS EFISIENSI PADA SUATU USAHA
Dosen
Pengampu :
Atep
Afia Hidayat, Ir. MP.
Nama
: Muhamad Nazmi
Nim
: 41123010044
Kelas
: Kewirausahaan
FAKULTAS
TEKNIK
PROGRAM
STUDI TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS
MERCU BUANA
2025/2026
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manajemen
produksi merupakan salah satu aspek penting dalam menjalankan sebuah usaha.
Proses produksi yang baik akan menghasilkan produk yang berkualitas, biaya yang
efisien, serta mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, pelaku usaha
perlu menerapkan sistem produksi yang terencana agar mampu bersaing di pasar.
Observasi
ini dilakukan pada sebuah UMKM yang memproduksi keripik pisang. Usaha tersebut
dipilih karena memiliki proses produksi yang lengkap mulai dari pengadaan bahan
baku hingga produk siap dipasarkan sehingga sesuai untuk dianalisis berdasarkan
prinsip manajemen produksi.
1.2
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah:
1. Mengetahui
tahapan proses produksi pada UMKM.
2. Mengidentifikasi
sumber daya yang digunakan dalam proses produksi.
3. Menganalisis
kelebihan dan kekurangan sistem produksi.
4. Memberikan
rekomendasi perbaikan agar proses produksi menjadi lebih efektif.
BAB II
HASIL
OBSERVASI
2.1
Identifikasi Usaha
|
Keterangan |
Isi |
|
Nama
Usaha |
UMKM
Keripik Pisang Maju Jaya |
|
Jenis
Usaha |
Industri
Makanan Ringan |
|
Produk
Utama |
Keripik
Pisang |
|
Lokasi
|
Jl.
Rasuna Said, Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang,
Banten |
|
Skala
Utama |
Usaha
Mikro |
2.2
Hasil Wawancara
Singkat
Pemilik
usaha menjelaskan bahwa usaha telah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
Produksi dilakukan setiap hari sesuai jumlah pesanan dan permintaan pasar.
Bahan baku diperoleh dari petani lokal sehingga kualitas pisang masih segar.
Proses
produksi sebagian besar masih menggunakan tenaga manusia, sedangkan peralatan
yang digunakan berupa alat pengiris, kompor gas, wajan besar, mesin spinner
minyak, timbangan digital, dan alat pengemas.
2.3
Proses Produksi
Tahapan
produksi yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pengadaan
Bahan Baku
Pisang kepok dipilih berdasarkan tingkat
kematangan yang sesuai agar menghasilkan tekstur renyah.
2. Sortasi
Pisang yang rusak atau terlalu matang
dipisahkan.
3. Pengupasan
Kulit pisang dikupas secara manual.
4. Pengirisan
Pisang diiris tipis menggunakan alat
pengiris agar ukuran seragam.
5. Penggorengan
Irisan pisang digoreng menggunakan minyak
panas dengan suhu yang stabil.
6. Penirisan
Minyak
Keripik yang telah matang dimasukkan ke
mesin spinner agar kadar minyak berkurang.
7. Pemberian
Bumbu
Keripik diberi berbagai varian rasa
seperti:
-
Original
-
Balado
-
Jagung Bakar
- Keju
8. Pengemasan
Produk dikemas menggunakan plastik
aluminium foil kemudian disegel menggunakan sealer.
9. Penyimpanan
Produk disimpan pada gudang yang bersih
sebelum didistribusikan ke toko maupun reseller.
2.4
Sumber Daya Produksi
Bahan Baku :
1. Pisang
Kepok
2. Minyak
Goreng
3. Bumbu
4. Plastik
Kemasan
5. Label
Produk
Peralatan :
1. Pisau
2. Alat
pengiris
3. Wajan
4. Kompor
5. Mesin
spinner
6. Timbangan
digital
7. Hand
sealer
Tenaga Kerja :
1. Pemilik
usaha
2. 2
karyawan produksi
3. 1
karyawan pengemasan
BAB III
ANALISIS
3.1
Kelebihan Proses
Produksi
1. Bahan
baku mudah diperoleh
Pisang
berasal dari petani sekitar sehingga pasokan relatif stabil.
2. Kualitas
produk cukup baik
Penggunaan
bahan baku segar menghasilkan rasa yang konsisten.
3. Proses
produksi sederhana
Alur
kerja mudah dipahami sehingga produksi dapat dilakukan secara rutin.
4. Produk
memiliki beberapa varian rasa
Hal
ini meningkatkan daya tarik konsumen.
5. Kemasan
sudah cukup baik
Menggunakan
kemasan aluminium foil yang mampu menjaga kerenyahan produk.
3.2
Kekurangan Proses
Produksi
1. Sebagian
besar pekerjaan masih manual
Pengupasan dan pengirisan masih bergantung
pada tenaga manusia sehingga membutuhkan waktu lebih lama.
2. Kapasitas
produksi terbatas
Jumlah produksi mengikuti kemampuan tenaga
kerja.
3. Belum
memiliki SOP tertulis
Proses kerja hanya berdasarkan pengalaman
sehingga kualitas dapat berbeda apabila pekerja berganti.
4. Pengendalian
kualitas masih sederhana
Belum terdapat pencatatan mengenai produk
cacat maupun evaluasi kualitas.
5. Promosi
masih terbatas
Sebagian besar penjualan masih dilakukan
secara langsung dan belum memanfaatkan pemasaran digital secara maksimal.
3.3
Analisis Berdasarkan
Prinsip Manajemen Produksi
|
Aspek |
Hasil Analisis |
|
Perencanaan
Produksi |
Sudah
menyesuaikan permintaan pasar namun belum menggunakan jadwal produksi yang
sistematis. |
|
Efesiensi |
Cukup baik
tetapi masih dapat ditingkatkan melalui penggunaan mesin otomatis. |
|
Pengendalian
Kualitas |
Dilakukan secara
visual tanpa standar baku. |
|
Produktivitas |
Masih
dipengaruhi kemampuan tenaga kerja. |
|
Distribusi |
Produk
dipasarkan ke toko sekitar dan reseller. |
BAB IV
REKOMENDASI
PERBAIKAN
4.1
Perbaikan
Beberapa
rekomendasi yang dapat diterapkan yaitu:
1. Membuat
Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk setiap tahapan produksi.
2. Menambah
alat produksi semi otomatis agar kapasitas meningkat.
3. Melakukan
pencatatan kualitas produk setiap hari.
4. Menggunakan
media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran.
5. Memberikan
pelatihan kepada karyawan mengenai kebersihan dan pengendalian mutu.
6. Menyusun
jadwal produksi berdasarkan perkiraan permintaan pasar sehingga penggunaan
bahan baku menjadi lebih efisien.
Bab V
KESIMPULAN
5.1
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil observasi, UMKM Keripik Pisang telah menerapkan proses produksi yang
cukup baik mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan produk. Kualitas
produk dapat dikatakan konsisten karena menggunakan bahan baku segar dan proses
produksi yang teratur. Namun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan
seperti penggunaan tenaga kerja manual, belum adanya SOP tertulis, serta sistem
pengendalian mutu yang masih sederhana.
Melalui
penerapan SOP, pemanfaatan teknologi produksi, serta peningkatan strategi
pemasaran digital, usaha ini memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas
produksi, menjaga kualitas produk secara konsisten, dan memperluas pangsa
pasar.
5.2
Saran
1. UMKM
diharapkan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) secara tertulis agar
setiap tahapan produksi memiliki standar yang jelas, sehingga kualitas produk
tetap konsisten meskipun dikerjakan oleh tenaga kerja yang berbeda.
2. Pemilik
usaha sebaiknya mulai memanfaatkan peralatan produksi yang lebih modern atau
semiotomatis untuk meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses produksi,
serta mengurangi ketergantungan pada pekerjaan manual.
3. Pengendalian
kualitas (quality control) perlu ditingkatkan dengan melakukan pemeriksaan pada
setiap tahap produksi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses
pengemasan, sehingga produk yang dipasarkan memiliki mutu yang lebih terjamin.
4. Usaha
perlu melakukan pencatatan produksi dan persediaan bahan baku secara rutin agar
penggunaan bahan lebih efisien, meminimalkan pemborosan, dan memudahkan
perencanaan produksi di masa mendatang.
5. Pemasaran
produk sebaiknya tidak hanya mengandalkan penjualan secara langsung, tetapi
juga memanfaatkan media digital seperti media sosial dan marketplace untuk
memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing usaha.
6. Pelaku
usaha diharapkan terus melakukan inovasi terhadap produk, baik dari segi varian
rasa, desain kemasan, maupun strategi promosi, agar mampu mengikuti perubahan
selera konsumen dan perkembangan pasar.
7. Berdasarkan
hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa penerapan prinsip manajemen produksi
yang baik akan memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional,
kualitas produk, serta kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, evaluasi terhadap
proses produksi perlu dilakukan secara berkala sebagai upaya perbaikan dan
pengembangan usaha yang berkelanjutan.
DAFTAR
PUSTAKA
Modul Operasional dan Manajemen Produksi,
Kewirausahaan123.
Heizer, J., Render, B., & Munson, C. Operations
Management. Pearson.
Assauri, Sofjan. Manajemen Produksi dan Operasi.
Jakarta: LPFE UI.
Kasmir. Kewirausahaan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Komentar
Posting Komentar